Kamis, 23 Mei 2013

BUKU BELAJAR EKG STRIP SECARA RINGKAS (8) ARTIFICIAL CARDIAC PACEMAKER


       F. ARTIFICIAL CARDIAC PACEMAKER

Pacemaker alami jantung adalah SA node, AV node dan sistem purkinje.
Pada orang dengan penyakit jantung, pacemaker alami dapat menjadi terlalu rendah frekwensi impulsnya atau malah stop sama sekali. Hal ini dapat terjadi karena penyakit arteri koroner atau efek samping pengobatan.
Gagal jantung dapat terjadi karena kurangnya darah yang dipompa oleh sistem kardiovaskular. Klien mengalami hipotensi, bradikardi, diaphoresis, penurunan tingkat kesadaran, dan juga AV Block.
Pada keadaan ini, artificial pacemaker dapat menyelamatkan nyawa seseorang tersebut.
Pacu jantung buatan merupakan alat elektronik yang merangsang listrik jantung ditempat pacu jantung dan sistem konduksi alami jantung.

1.       Temporary Pacemaker, sering digunakan dalam kasus emergency. Memacu jantung melalui epicardium melalui rute transvenous atau transcutaneous. Generator terletak diluar tubuh. Indikasi pada bradikardi simptomatik, AV Block (derajat 2 tipe 2 atau derajat 3), perubahan status mental dan polmuhary edema.
2.       Permanent Pacemaker, indikasi pada AV Block kronik atau intermitten, sinus arrest, atau sick sinus syndrome. Ditanam didalam tubuhdengan teknik bedah dan anastesi lokal.
a.        Single chamber pacemaker, sebuah lead ditanam di jantung dan mengenai salah satu ruang jantung (atrium atau ventrikel).

Single chamber pacemaker, atrial
 

Single chamber pacemaker, ventricular


b.       Dual chamber Pacemaker, sebuah lead ditanam di atrium dan sebuah lagi di ventrikel.
Dual Chamber Pacemaker, atrial dan ventricular

 3.       Mode Pacemaker
a.       Tetap (asinkron) ; mengeluarkan impuls tetap (biasanya 70-80 x/m) dengan mengabaikan aktivitas elektris yang dimiliki jantung pasien.
b.       Demand (sinkron) ; mengeluarkan impuls bila heart rate pasien turun dibawah dari HR yang telah diset.

4.       Pacemaker Malfunction
a.      Gagal pace, gambaran spike pacu jantung tidak ada, disebabkan baterry habis (mati), kabel yang rusak, atau programming yang tidak tepat.
b.    Gagal Capture, gambaran spike muncul, tapi tidak diikuti oleh munculnya gel P atau QRS yang seharusnya. Meningkatkan voltage biasanya dapat mengatsi masalah ini. Kabel lead harus di cek, kabel yang rusak dapat mengantarkan sebagian energy, tapi tidak semua energy yang diperlukan.
Gagal Capture

c.      Gagal Sense, pacemaker tetap menimbulkan spike karena gagal mendeteksi impuls (beat) intrinsik jantung, sehingga timbul komplek abnormal. 
       Disebabkan baterai mati, penurunan voltase gel P atau QRS, kerusakan kabel lead pacing.
       Dapat terjadi fenomena R on T.
Gagal Sense
 

d.       Oversensing, pacemaker mungkin terlalu sensitif dan salah interpretasi terhadap gerakan otot atau hal lainnya dalam siklus jantung sebagai depolarisasi, kesalahan ini me reset pacemaker secara salah, meningkatkan waktu uuntuk pelepasan impuls berikutnya.
Oversensing




Tidak ada komentar:

Posting Komentar